Free Blog It

Our community...

Home to 17,514 members hosting 7,763 websites and 167,643 blog posts. There have been 9,657 blog posts this week.

Visit FreeBlogit.com


Free Blog It

Sign Up Now!

Signup is free, and you can begin your new website instantly! What are you waiting for, get started today!

Member Login

Aug 2

The “Dont’-Answer-Me” Question

Category: Me and My Life

Jadi cewek tuh ga mudah.

Huehehe apalage neeh… :)

Gini, sebagai cewek juga, mencoba memahami kaum sendiri. Dan ada hal menggelitik yang sering banget kita alami, sering banget kita lakukan, yang efeknya bikin gondok sendiri.

Pernah gak, menanyakan pertanyaan yang ga mau kita dengar jawabannya?

Hehe… contohnya nih, yang paling gampang; “aku gendut ga sih?”
Ok, c’mon, mau dengar jawaban apa sih? Dengan mengeluarkan pertanyaan itu aja, dah jelas “gue ngerasa lagi gendut.”
Ya udah. Kalo ditanyakan, jawabannya ga akan menyenangkan. Jawab iya, kita sebel dengarnya. Jawab gak, kita ga akan puas. Masa sih?! Pasti akan ada bahasan lanjutan.

Teman kemarin cerita, dia tanya ke cowoknya, “dulu mantan kamu suka masak buat kamu ga?” cowoknya dengan jujur jawab iya. Lha jadi panas dounk, wong temenku ini ga bisa masak. Huahaha.

Aku tanya, sebetulnya siap ga dengar jawabannya. Karena itu yang penting. Kita ga mau cowok kita bohong dong. Tapi kita juga harus siap n kuat dengar kejujuran. Kalo ga, mendingan ga usah nanya :p

Untuk seorang selingkuhan, pertanyaan-ogah-dengar-jawabannya adalah: “kamu lebih sayang aku atau istrimu?” :p
huahaha bayangkan, jawaban apa yang paling tepat. Gak ada!

Untuk wanita dalam hubungan-tanpa-status; “apakah kamu cukup sayang sama aku untuk mau berkomitmen denganku?”
God… do u really want to know, girl??

Untuk seorang newly-hooked-up alias baru pacaran; “yang mana mantan kamu yang paling kamu sayang?”
mau bilang apaaaa…. Si cowok pasti jadi mikir 5000x. Nih cewek insecure bgt yak :p

So gals, c’mon, udahlah. Admit the fact that there are things that u don’t want to know about. Ga usah cari tau hal yang ga mau kita tahu.

Dulu sama mantannya ngelakuin apa aja ya, pergi kemana aja ya, dah pernah ngasi kado apa ya.
The important is NOW he’s with U. N that’s all that matters.

Ga perduli bahwa bukan sama kita pertama kalinya dia ke PIM, bukan kita orang pertama yang kasih dia coklat bentuk hati di hari ultahnya.

Yang penting, saat ini aku yang ada di hatinya :) Amin for that. And for what it’s worth, semoga hal tsb lasts forever…

Well, at least sampe aku brenti sayang juga ma dia – huehehehe… :p

Please answer me :) 24 July 2009 – 06:52am

No comments

Aug 2

Essence of Life – Live Life Like There’s No Tomorrow

Category: Me and My Life

Ada yg pernah bilang, kita baru benar2 bisa menghargai sesuatu, setelah kita kehilangannya. Bisa itu barang, orang, atau perasaan..

Ga ada orang yang ga pernah patah hati. Ga ada orang yang ga pernah sedih karena kehilangan yang tersayangnya. Ga ada orang yang ga pernah merasakan perpisahan.

That’s life. And life, mostly don’t exactly be the way we wanted, exactly. Makanya dikatakan bahwa manusia boleh berencana, tapi Tuhan yang menentukan.

So what’s the point of planning? Ikhtiar. Usahanya itu lho yg diliat. Seberapa besar niat kamu… *iklan dikit* :)

It’s the essence of living. Dan kita diberikan kemampuan untuk berinteraksi dengan org lain, sebagai bagian dari ikhtiar menjalani hidup.

Tdk ada yg sia2 dlm prjlnan hdp kt. Everythng has already being planned by The Almighty. Semua nikmat, kbhagiaan, bhkn kmlngan yg kt alami. Smua adl alat bntu kt dlm proses bljr ttg hdp.
Jgn prnah mnysal… Krn kt akan jd meragukan kptsan-Nya, meragukan takdir-Nya. Trima apa yg sdh lwt sbg pljran, start from NOW, n keep moving frward.

Fun Factory mngtkan dlm slh stu lagunya, “I Love U”:
“….if u once find the right prson, never let her go away….”

Krna memang essence-nya ada di ikhtiar itu. Ga ada yg tau jodoh kt siapa, ga ada yg tau ms dpn kt akan spt apa. Yg kt tau hny saat ini, hny SEKARANG. Jalani sj apa yg ada di dpn kt, no matter how hard it is. Hutan ini psti ada ujungnya, beratnya jln ini psti ada akhirnya, kslitan ini psti ada hikmahnya. Kt mgkn trluka di tgh jln, kt mgkn trglincir dan jatuh guling2an, kt mgkn akan mrs putus asa, dan brtnya2 sdri, is it worth it? Is it worth all the pain, all the suffering, all the tears and maybe, all the blood that we have to shed… All of our sacrifices..

Jgn menyerah! Yg Allah lihat usahamu, ikhtiarmu, bkn hsl akhirmu. Krn hsl akhir, ada pd-Nya..
Brusahalah, hingga titik kmampuanmu, lalu ikhlaskan hslnya. Krn apapun jadinya nanti, ini adl yg trbaik yg bs tjd pd kita saat ini. No such thing as waste-effort. Tdk ada yg sia2.

Live your life like there’s no tomorrow. Hidup utk saat ini. Jgn tunda apa yg bs kt krjakan saat ini. Ya, saat ini, BUKAN hari ini…

me, still live and live my life at July 24, 2009 – 06:52am

No comments

Aug 2

Belajar Ilmu Ikhlas

Category: Me and My Life

Ikhlas…

Kalau cuma 1 kata itu aja sih, gampang banget diucapkan. Ikhlas-ikhlas-ikhlas-ikhlas… :p sampe berbusa.
Tapi di hati bagaimana?

Sebetulnya, yang ikhlas tuh yang kayak gimana sih?

Baru beberapa minggu yang lalu, aku dapat jawabannya. Dan hanya atas dasar ikhlas pula, ingin sharing di sini. Bila berguna, Alhamdulilah. Bila tidak, anggaplah bacaan kala senggang.

Gimana sih biar bisa ikhlas?

Jawabannya, Percaya Kepada Allah.

Halah simpel amat…. :p hehe cape2 baca ya. Wets nanti dulu. Pengucapannya emang simpel, tapi penjalanannya ga sesimpel itu.

Percaya kepada Allah, means that apapun yang terjadi kepada kita, jalan hidup yang kita tempuh, kebahagiaan-kesulitan yang kita temui, bahkan kemalangan yang menimpa kita, adalah semata takdir yang Allah berikan. Dan PERCAYA, bahwa apa yang Allah berikan, adalah yang TERBAIK…

Saat kita difitnah orang, walaupun sudah berusaha menjelaskan kebenaran, namun dianggap bersalah, terimalah dengan sabar dan lapang dada. Kebenaran akan muncul, tak perlu dipaksakan. Allah Maha Pengatur.

Saat orang yang kita sayang memilih orang lain, terimalah sebagai takdir. Itulah yang terbaik untuknya. Dan itu yang terbaik untuk kita, sekarang.

Ya, SEKARANG. Percaya kepada Allah, bahwa apa yang terjadi sekarang adalah yang terbaik untuk saat ini. Entah besok, entah lusa, entah tahun depan. Karena kita tidak tahu seperti apa masa depan.

Allah sudah memberikan kita banyak hal. Terutama hidup itu sendiri. Ditambah nikmat lain yang sudah, sedang dan akan kita terima. Kita hanya diminta menjalaninya aja, kok ya gitu aja susah amat.. :p

Mensyukuri setiap nikmat, menerima setiap hal sebagai anugerah, menjalani apa yang sudah dimiliki, percaya bahwa “inilah yang terbaik untuk saya saat ini!” adalah bentuk keikhlasan.

Ngomong emang gampang.. :p tapi cobalah dirasakan. Full dari hati. Tanamkan di setiap kesempatan. Kalo dah dapat ‘feel’-nya, rasanya tuh legaaaa banget. Dan ada rasa malu pada Allah, setelah selama ini sering mempertanyakan takdir-Nya; “kenapa sih harus begini? Kenapa terjadi pada saya? Kenapa terjadi sekarang?” karena ga mungkin Allah jelasin satu2 ke setiap orang. Nyaaak… :p

Sesungguhnya ada hal2 yang di luar kuasa manusia. Dan ada hal2 yang sudah bukan hak & wewenang kita lagi untuk mempertanyakan alasannya. Kita hanya diminta menjalaninya.

Inspired at 12 July, 2009 – 05:36am

1 comment

Jul 8

Jangan Menangis Dhuha – Lelakimu Berbicara

Category: Kisah Dhuha

Bila tercipta satu kata yang lebih dari kata maaf……
Akan kuberikan untukmu, Dhuha. Karena itulah yang aku rasakan saat ini.

……………………………………………..

Aku tahu, tanpa kau katakan pun aku tahu.
Aku bukannya buta. Aku bukannya tidak perduli. Aku bukannya tidak ingin mengetahui. Namun kadang hidup tidak seperti apa yang kita harapkan, Dhuha. Kau, aku yakin di antara semua orang, paling menyadari hal itu.

Mengapa kau masih menangis, Dhuha?

Aku bukan pujangga. Aku tidak bisa merangkai kata maaf yang pantas untukmu. Untuk semua pengorbananmu. Untuk segala hal yang telah kau lakukan untukku, untuk kita. Kau pun paling tahu hal itu. Kau bilang, kau paling mengerti aku.

Jadi mengapa kau masih menangis, Dhuha?

Aku ingin kau mendengar sekali lagi. Bahwa ini pun berat bagiku. Kau pikir mencintai dua orang sekaligus, mudah bagiku? Tidak. Tidak sama sekali. Hal ini pun menyiksaku. Hal ini pun, menjadi beban pikiranku. Hal ini, membuatku banyak berpikir….

Kau adalah no. 1 bagiku. Harus berapa kali aku mengatakan hal itu. Kau mungkin tidak sadar, banyak waktu yang kupilih, untuk dihabiskan denganmu. Banyak kesempatan dimana kau menjadi pilihan pertamaku. Di saat aku harus memilih bersamamu atau bersamanya, aku memilih bersamamu. Tapi kau selalu mengatakan bahwa kau menjadi pilihan kedua, atau cadangan. Tak bisakah kau mensyukuri setiap kesempatan yang datang untuk kita?

Aku ingin bisa fokus. Bagiku, saat kita menikah harusnya kita bisa fokus pada 1 orang saja. Tidak terpecah-pecah, tidak terbagi-bagi. Karena kesannya seperti tidak serius. Padahal aku serius sayang padanya juga. Seperti aku sayang padamu, Dhuha. Namun kau tahu mengapa aku harus memilih dia.

Jangan terus menangis, Dhuha….

Kau pernah tanya, apa yang kurang padamu. Dan aku jawab, Dhuha. Tidak ada. Kau yang paling mengerti aku. Kau bagai penerang dalam hidupku. Kau pemadam api dalam amarahku. Kau pemberi solusi bagi setiap masalahku. Kau pendengar terbaik untuk aku. Kau nomor 1 bagiku. Kau juga… orang yang paling sulit aku temukan, seumur hidupku…..

Jujur harus aku katakan, diri ini sangat lelah dengan keadaan sekarang. Berat harus akui itu. Jangan desak aku, jangan paksa aku. Jangan menjadikanku tersangka atas hal yang paling berat aku putuskan.

Begitu menyakitkan, saat orang yang kita sayangi, mengatakan hal-hal buruk tentang kita. Ingatlah yang baik-baik dari aku, Dhuha. Kenanglah yang baik dari kisah kita. Banyak hal manis dan menyenangkan, bukan? Di antara semua konflik yang ada, masih menyenangkan buatku. Alhamdulillah…

Begitu menyakitkan, saat orang yang kita sayangi, mengatakan hal yang buruk tentang kita….

Jadi jangan terus menangis, Dhuha….

Kita tidak akan pernah tahu kemana hidup akan membawa kita. Tidak ada yang tahu masa depan seperti apa. Kita hanya bisa jalani apa yang kita punya sekarang. Cobalah syukuri apa yang sudah kita dapatkan, apa yang sudah engkau miliki saat ini. Aku juga akan berusaha untuk ikhlas, demi aku, kau dan kita. Bukan kau saja yang berjuang untuk ikhlas, Dhuha.

Maafkan bila aku datar. Maafkan bila aku dingin. Hal itu aku lakukan, semata-mata untuk melindungi hatiku. Karena bila kuungkapkan perasaanku, aku takut tidak bisa menahan diri. Aku takut tidak bisa ikhlas lagi. Aku bisa nekat, Dhuha. Dan aku bisa jadi sangat egois akan hal itu.

Aku sayang kamu, dan aku ingin kamu bahagia. Aku tidak ingin kamu terjerumus menjadi tidak benar, aku tidak ingin kamu menumpuk dosa. Aku tidak ingin semua kebaikan kamu terhilangkan, terhapuskan oleh apa yang ada di antara kita. Kamu terlalu baik untuk menjadi jahat. Kamu terlalu suci untuk menjadi ternoda.

Jangan menangis lagi ya, Dhuha….

Bila boleh berharap, aku akan berharap suatu saat kita bertemu kembali. Mungkin pada saat itu kondisi kita berdua sudah berbeda. Mungkin pada saat itu kita akan berjodoh, kita akan bersama lagi. Mudah-mudahan saat itu, kita menemukan cinta kita lagi, yang terakhir untuk selamanya…. cinta yang akan kita bawa mati, cinta yang akan kita teruskan di akhirat nanti.

Amin.

dari lelakimu – 9 Juli 2009 3:22am

1 comment

Jul 5

Dimana Sayya

Category: Kisah Dhuha

Sayya….

Kamu ada dimana?

Ini Dhuha, mencarimu. Apakah kau mendengarku? Aku yakin kau pasti mendengar, karena kau slalu siap menjadi pendengarku. Untuk itu, trimakasih, Sayya…

Sayya…

Maafkan aku. Selalu saja menangis dan mengeluh, tentang dia. Kau lelah ya mendengarnya.

Aku akui, Sayya. Aku cinta dia. Sepenuhnya. Aku cinta dan trima dia apa adanya. Makanya sejahat apapun dia padaku, aku tetap tak bisa benci dia. Meskipun kau paksa aku.

Aku sudah pernah brusaha lupakannya. Sudah pernah mencoba lepas darinya. Tapi slalu saja smua kembali padanya. Kita berdua sadar, Sayya, ini ga mungkin. Jadi kita coba pisah baik2. Namun apa daya, hati kita seperti slalu menemukan jalannya sendiri. Semua terjadi begitu saja, tak ada yang disengaja. Mengalir bagai air, menemukan dataran rendah yang sama, dan menyatu di situ.

Sayya… tolong jangan benci aku. Kamulah satu2nya yang mengerti aku.

Dia bagai udara bagiku. Dia matahariku. Dia bahagia dan sedihku. Dia tawa dan tangisku. Dia segalanya bagiku.

Begitu banyak kenangan manis bersamanya. Begitu ingin aku hentikan waktu, agar kebersamaanku dengannya abadi.

Aku yakin, dia juga sayang aku, Sayya! Hanya saja aku tak tau seberapa besarnya. Apakah dia sayang aku lebih daripada sayang padanya?

Tidak! Aku tak mau dengar jawabannya. Biarkan aku tak tahu.

Aku brusaha mencintainya dengan ikhlas. Bahwa Tuhan ciptakan rasa ini, pasti ada alasannya. Kenapa sekarang, juga tanpa sia2. Kita hanya tak tau apa itu alasannya, sekarang…

Someday, ya, someday. Kuharap someday itu datang lebih cepat.

Aku tau, aku terdengar penuh pengharapan. Apakah akan jadi harapan kosong? Sayya…aku percaya kita harus slalu bermimpi. Mimpi2 itu yang membuat kita hidup. Mimpi tentang cinta….

Aku tau, aku terbelenggu. Aku tak bisa lepaskan rasa ini. Dan rasanya menyiksa…

Aku mau koq mencoba melepaskan diri. Tapi aku butuh waktu. Aku butuh kamu, Sayya.

Aku tau aku tak bisa melihatmu. Tapi aku tau, kamu akan slalu hadir untukku. Kamu adalah sadarku. Penawar kemabukanku. Bangunkan mimpiku.

Alter ego ku…

Pencarian Dhuha – 4 Juli 2009 – 6:31pm

No comments

Jul 4

Bidadari Hati

Category: Kisah Dhuha

Pagi ini dia datang lagi.

Sesenggukan.

Aku lihat matanya. Sembab. Bibirnya masih brgetar, berusaha berbicara.Ah…pasti gara2 lelaki itu lagi, pikirku. Aku geleng2, tak habis pikir kenapa lelaki itu masih saja menjadi topik hangat pembicaraan kami. Padahal sudah tak terhitung berapa air mata yang tumpah karena dia. Tapi aku tau, dia butuh aku. Jadi kuhela nafas, mencoba tersenyum dan siap mendengar kisah kali ini…

……………………..………

Dhuha Sayank.

Lagi2 kamu disakiti. Sungguh lelaki itu ga pantas kamu tangisi. Apa? Dia bilang dia sayang kamu? Dhuhaku Sayang, kalau sedikit saja dia punya perasaan, dia ga akan membuat kamu tergantung seperti ini… Ga akan dia melanjutkan rencananya menikah sementara hatinya masih sayang kepadamu. Dia mengikatmu, Sayang. Dia membelenggumu. Dia takut kehilangan kamu, tapi dia juga ga mau seumur hidup menunggumu. Dia juga mau enak, mau nikah, mau punya istri. Maunya sih yang kayak kamu. Tapi karena ga bisa, dia cari yang lain. Tapi kamu, Dhuha-ku Cantik, tidak dia biarkan pergi.

Dia ga rela kehilangan kebaikan2 km. Ga rela kehilangan perhatian kamu. Kamu sadar Dhuha, sudah berapa banyak yang kamu korbankan untuknya? Segalanya! Sampai tak ada sisa utk dirimu.

Dhuha Sayang, ingat kamu pernah tanya dia, “kurang apa lagi aku? Apa yang dia punya yang lebih dari aku, sehingga kamu memilih dia?”  Ingat jawaban dia Dhuha? Tak ada. Dia bilang, buat dia kamu no. 1. Dari semua wanita yang dia kenal, kamu yang paling baik. Kamu yang paling sabar. Kamu yang paling pengertian. Kamu yang paling bisa terima dia apa adanya. Tapi kamu, Dhuha, juga jadi wanita yang paling disakitinya…

Tidak ada wanita lain yang sanggup mendampingi dia sampai sejauh ini. Dengan tetap menjaga hati, melihat dia dengan wanita2 lain, dan pada akhirnya dia akan kembali dan kembali padamu. Karena apa yang dia cari, ada di dirimu. Hanya saja dia terlalu egois untuk cuma punya 1 wanita. Dia harusnya sadar, dia juga tak sempurna. Tapi dia mencari wanita sempurna. Dalam usahanya itu, dia merobek2 hatimu. Dan dia….memaksamu untuk bisa ikhlas.

Dhuha…
Malaikat juga tahu, sudah seberapa dalam kamu korbankan perasaan. Sudah seberapa jauh kamu berkorban hati, sudah sampai sejauh mana keikhlasanmu diuji…

Dhuha Sayank, ingin rasanya aku memaksamu meninggalkan dia. Lupakan dia. Benci dia. Tapi aku tak bisa. Karena aku tau, itu hanya akan menunda sedihmu. Sesungguhnya kamu hanya ingin didengarkan. Dan disinilah aku ada buatmu. Karena aku sayang kamu..Dhuha, kamu juga begitu. Kamu tidak pernah memaksanya untuk memilih. Kamu selalu menyerahkan padanya, karena kamu yakin bila hatinya memang padamu, tak perlu dipaksa pun dia akan memilihmu. Tapi apa ini bisa dibilang memilih namanya? Dia tetap mau nikah, tapi dia juga tetap mempertahankn kamu. Dia ga mau milih, dia mau dua2nya. Betapa egoisnya. Iya, aku tau Dhuha, dia juga sadar keegoisan dia. Tapi mau sampai mana dia melumat2 hatimu? Hatimu sudah tak berbentuk. Kamu pasrah dia menjadikanmu cadangan. Saat sedang konflik dengan calon istrinya, dia akan mencarimu. Saat dia sedang senang, ingatkah dia padamu? Saat dia butuh kamu, kamu harus selalu ada. Saat kamu butuh dia, akankah dia selalu siap sedia?

Dhuha aku ga tau lagi mau ngomong apa. Kamu juga tau konsekuensi dari pilihan kamu ini. Kamu tetap di sini, kamu memilih untuk berkorban hati. Jangan tanya sakitnya kayak apa. Luka luar bisa sembuh pada akhirnya. Luka hati? Belum ada yang aku tau bisa temukan hansaplast hati. Or even betadine anti bakteri. Kamu bunuh dia sekalipun juga belum tentu jadi sembuh. Sungguh dia sudah begitu melukaimu. Menyakitimu. Menghancurkanmu dengan bilang I Love U. Kata2 yang kata dia sih, baru dia ucapkan padamu seorang. Tingkatan rasa tertinggi yang dia persembahkan buatmu. Bahkan, katanya lagi nih, calon istrinya pun masih kalah darimu kalau soal itu.

Oh dear…. Gimana kamu ga terlena, Dhuha… Biar gimana kamu juga wanita, yang ingin disayang. Ingin dimanjakan. Ingin dipuji, diperhatikan. Walaupun buatmu ga terlalu diperhatikan juga tak apa. Karena kamu begitu mandiri, Dhuha-ku. Kamu begitu dewasa. Kamu tidak malu jemput dia, bukannya minta dijemput. Kamu rela antar dia pulang, bukannya minta diantar. Kamu ga ragu2 ngebayarin dia, walau dia kadang sok malu2 menerimanya. Kamu ga pernah perhitungan kalau dengannya. Dan semua kamu lakukan dengan ikhlas. Naaah… Sekarang mana keikhlasannya untuk melepasmu? Kamu diminta ikhlas untuk melepasnya menikah dengan wanita pilihannya.

Sementara dia tidak ikhlas melepasmu pergi. Dia minta kamu ikhlas demi kebahagiaan dia. Tapi apa dia memikirkan kebahagiaanmu juga? Saat kamu katakan padanya, bahwa bahagiamu adalah bersamanya, apakah dia berusaha mewujudkan itu? Dia malah sibuk mencari calon istri. Begitu ada yang cantik melamarnya untuk jadi suami, dia langsung bilang he-eh. Padahal sebelumnya kenal juga gak. Si wanita ini mana tau dia sebanyak kamu tau. Mana kenal dia seperti kamu kenal dia. Mana bisa mengerti dia sejauh kamu. Tapi apa daya. Kamu menjadi yang tidak terpilih, Dhuha… Setelah semua yang kamu berikan, kamu tetap tidak terpilih juga. Iya aku tau. Rasanya seperti langit runtuh & tanah yang kamu pijak hancur. Kamu bahkan tak sanggup berdiri. Sakitnya sampai ke ujung jari. Saat kamu yakin ini cinta terakhirmu, dia masih mencari pelabuhan hati lain. Saat dia bilang tidak ada wanita lain sepertimu, toh dia masih tidak memilihmu…Tapi ingat Dhuha, saat kamu hilang tak ada kabarnya? Saat dia tak bisa temukanmu, betapa paniknya dia? Karena dia sadar arti hadirmu untuknya. Karena sesungguhnya kamu memang berarti segalanya untuknya.Dhuha, dengarkan aku sekali ini saja.
Kamu tidak perlu sedih. Berbahagialah. Karena apa? Karena kamu sudah menjadi segalanya bagi dia. Dan tetaplah menjadi seperti itu.
Dhuha, jadilah seperti namamu. Waktu setelah subuh, dimana matahari muncul hangat, tapi belum terik. Waktu kita memuji nama Allah yang telah menjadikan siang dan malam. Kamu jadilah waktu dhuha. Tetap ada, menyinari, memberi hidup, dan abadi. Tapi tetap lembut, indah, dan memberi kesejukan.

Jadilah Bidadari Hati. Indah, agung, tp tak terjangkau. Bila ia ingin memilikimu, ia harus mau berkorban untukmu. Seperti selama ini kamu telah lakukan.

Bidadari Hati, adalah perwujudan sosok wanita yang anggun. Sempurna tanpa cela. Agung tak ada duanya. Menjadi yang paling utama. Menjadi segalanya.

Jadilah Bidadari Hati untuknya. Jadilah wanita no.1 untuknya. Dimana sebetulnya tanpa dirimu dia bukan apa2. Bahwa kehadiranmu berarti segalanya untuknya. Bahwa ada dan tiadanya kamu, bisa merubah hidupnya. Bahwa dirimu, Dhuha-ku, adalah sebetulnya, seluruh hidupnya. Dan bila ia tidak bisa menyadari dan menghargai itu, dia sudah menjadi orang yang merugi. Pada saatnya nanti, ia akan mencarimu lagi.

Dhuha, kamu adalah Bidadari Hati ku…

catatan Sayya – 1 Jul 2009 at 6:42am

2 comments

Jul 4

Till The End

Category: Me and My Life

Looking back now….
Sudah berapa lama ya. Sekian tahun waktu berlalu…. dan kita masih bersama. Dari awal kenal, dari awal ngeliat, sampai sekarang. Sudah tak terhitung detik yang berlalu.

Looking all the way….
Ada masa-masa indah. Ada masa-masa sedih. Ada masa-masa menyakitkan. Begitu menyakitkan sampai nyerinya terasa dari ujung rambut di kepala hingga ujung kuku di tiap jari tangan dan kaki. Dan ada masa-masa membahagiakan. Begitu membahagiakan hingga bahkan tiap aliran darah di tiap nadi bisa terasa jelas, tiap debaran jantung bisa teraba dari luar, dan tiap hembusan nafas bisa dinikmati.

Beyond the laugh, beyond the tears….
Saat senyum harus tetap disunggingkan, padahal air mata sudah nyaris menggenang di pelupuk. Saat bahkan mendengar suaramu pun menjadi busa penyejuk kobaran api dalam hati, meleburkan setiap helai amarah yang tengah menyala-nyala… Saat senyummu bisa menjadi obat dikala badan meriang menahan sakit. Saat mendapat salam darimu bagai mendapatkan air di tengah teriknya gurun pasir tanpa ujung batas.

When everybody else breaking apart….
Kita punya ups and downs. Oh ya, tentu saja. Tak selalu di bibir itu adanya senyum saja. Lidah itu juga pernah mengeluarkan kata-kata pedas menusuk, membuat perih seperti hati diiris-iris dan melelehkan darah. Mata itu pernah berpaling tak melihat ke sini, badan itu pernah memunculkan hanya punggung, membuat harapan nyaris tak ada. Tangan itu pernah menampik, kaki itu pernah melangkah menjauh. Ya, kita punya semua itu.

Be here anyway…..
Aku tidak mengerti kenapa kita bisa terus begini. Haha…jangan merengut begitu. Bukan aku tidak senang bersamamu. Tapi semua ini, akankah akan selalu seperti ini? Kalau iya, sampai kapan? Akankah ada akhirnya….

Kalau dalam hidup boleh memilih, aku akan memilih;
Kalau dalam doa boleh meminta, aku akan memohonkan;
Kalau dalam perih dan gembiranya hati, aku panjatkan pintaku….

Akankah aku akan selalu ada dalam hidupmu, dalam senang dan susahmu, dalam ceria dan sedihmu, dalam gembira dan laramu, dalam semua cerita-ceritamu. Akankah aku akan selalu mendampingimu, menjadi orang yang selalu ada untukmu, memberi lilin di tiap gelapmu. Akankah kita akan selalu bersama sampai akhir…
Akankah jalan kita akan selalu sama selamanya. Akankah kamu mengimami diriku, dan aku mengikuti dirimu, percaya padamu. Akankah kita pertahankan ini semua, sampai nanti kelak datang takdir-Nya…
Akankah aku dan kamu akan bersama sampai akhir nanti…

lagi wondering 27 Jun 2009 – 3:01pm

No comments

Jul 4

S.T.O.P

Category: Me and My Life

I use to think, n believe, that if we try hard, we’ll get what we wish for. I believe that success depends on your effort. If u don’t succeed, means that u haven’t try hard enough. So get up n try again!

So then, what happen next, is that i’ve found out that there is a certain point that requires u to stop trying. Not because it will be useless, but for your own sake, leave the rest to God. It’s good to go and chase your goals n ambitions, but u also have to know when to stop.

I thought, even God will acknowledge the strength of our will, if we push ourself to the limit. Coz nothing is impossible. But u know what, nobody’s perfect. We are, frankly n uncontrollably, humans. N we do have limits.

What happen if we keep pushing?

We start to deny the fact. We’d refuse to see things as they are, even start to imagining another reality beyond now. We’ll keep rely on ‘what if’.

It’s not about being despert. It’s about being true to yourself. Face it, u’ve tried everything. U’ve given all u’ve got. It’s the best that u can do. So stop now, before u hurt yourself. Before the goal consume u…

If things don’t work out the way u wanted – as if for everything – maybe God has different plan. U may not know it yet. Don’t even start to question why, coz u’ll get crazy before u found out the answer. Some things are better be left unspoken.

God knows I’ve tried my best… My best.

God give me the strength….. 22 Jun 2009 – 6:47am from my mobile

No comments

Jul 4

Apa Yang Lebih Menyakitkan

Category: Curcol

Pernah dikhianati? Pernah punya pacar yg ketauan selingkuh? Apa rasanya saat mendapati/memergoki/menangkap basah? Sakit banget…
Tapi tahukah apa yg lbh menyakitkan dr itu? Emang ada? Oh, ya ada.
Yang lebih menyakitkan adalah, tahu bhw telah dikhianati namun pura2 tdk tahu. Tdk brdaya, tdk bs apa2 tp jg tdk bisa prgi begitu saja. Yg ada pahit ditelan sendiri.
Byk psngan yg – trnyta! – mengalami hal ini. Tahu bhw psngan kita mencintai org selain kita. Tahu bhw ia telah menemukan kenyamanan pada orang lain.
Apa rasanya?

lagi ngerasain sakitnya perasaan – 20 Jun 2009 7:36pm

No comments

Jul 4

Cewek Demanding

Category: Curcol

Kekesalan Pada Teman : 17 Jun 2009 – 4:11pm 

Mungkin emang udah nature-nya ya… Cewek itu demanding. Menuntut…. Apalagi kalau ada status. Ya pacar, ya istri…. Pasti ada tuh kewajiban yang namanya ‘wakuncar’ tiap malam minggu, jemput ke sekolah/ke kantor kalau pulang, atau nganter kalo perlu…. Kalau si pacar atau si suami gak bisa, udah deh, manyuuunnnn….. Cemberut, menang deh manyun awards… :p

Dan sepertinya udah jadi ‘kewajiban’ tidak tertulis dan tidak dibubuhi materai, bahwa kalau udah jadi pacar, suami atau calon suami, haarrruusssssss mau jemput, nganter, dan juga wajib menyambangi rumah/kost setiap minggu. Kayaknya haarraaammmmm kalo sampe absen. Kalau pun harus absen, harrrrusss ada alasan yang jelas. “Kenapa hari ini gak bisa jemput?” “Kenapa minggu ini gak ngapel?” Iiihhhh nyebelin bangettt… Nagging….

O come on…. aku juga cewek. Tapi kayaknya gak segitu gitunya deh. Toh masih punya kaki 2 biji, masih punya ongkos, masih punya dompet, dan yang pasti masih punya hape… Bisa dong jalan sendiri, bisa dong pulang sendiri, bisa dong berangkat sekolah atau ke kantor sendiriiii….. Manja banget seeeehhhh….

Dan jadinya tambah nyebelin, karena terus yang lain jadi “tersingkirkan”…. Kalau udah jadi pacar, status meningkat, kewajiban bertambah, dan hak untuk diantar/dijemput/diapelin jadi meningkat juga. Hak untuk ketemu juga jadi zzzuuuutttt….. meningkat drastis. Kalau hari ini gak bisa ketemu, besok jadi harus. Kalau besok gak bisa, lusa jadi musti. Kalau seminggu full gak ketemu, hari sabtu harus full-day….. Hhhhhhhh…. Dan tentu saja, yang masih berstatus “teman biasa” harus bisa maklum, ngerti, even sering janji dengan teman2 harus dibatalkan karena si pacar/istri/calon istri mendadak minta antar ke sana, ke sini, minta jemput “mas aku gak ada yang jemput niihh….kamu dimana sihh..?” dengan nada manja-manja nyebelin. Dan acara sama teman-teman langsung deh dibatalin… “duh maaf ya, si nyonya nih minta jemput mendadak….jalan2nya lain kali aja ya?” sementara sebagai teman, nature-nya tidak boleh ikutan manyun award, teman harus dengan sabar dan rela serta ikhlas-mukhilas “ya udah deh…” walaupun dalam hati gondok-sugondok-teronggok2…. :p

Jadi, maaf-maaf deh, kadang-kadang temen juga mau dong jaga harga…. “duh minggu ini gak bisa jalan dulu…. hari ini nganter nyonya pulang, besok nyonya mau dianter ke toko buku, lusa nonton ama nyonya n temen2nya… minggu depan aja ya kita jalan?” oooohhhhh…. ya udah. “Liat minggu depan aja dah…” secara emang kita juga gak punya agenda sendiri…. emang ente pikir kita free and available anytime??? Sori-dori-mori-stroberi deh kalau pas ente bisa, kita yang sibukkkhh… emang ente doang yang bisa. Gak usah deh bikin-bikin janji, kalo emang gak bisa konsekuen nepatin. Gak usah deh ngomong kalo gak bisa konsisten ama mulut sendiri….

No comments

Next Page »